Balasan surat ke-8 dan 9
1.52 a.m.
Sudah dini hari rupanya, tapi kantuk enggan mendekatiku. Jadi, aku putuskan untuk membalas dua suratmu beberapa hari yang lalu. Maaf sedikit terlambat, sebab akhir-akhir ini keadaanku sedang tidak baik-baik saja. Terutama hati.
Di surat ini ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan, tapi sebelum itu berjanjilah untuk menjawabnya dengan jujur. Janji? Sudah janji, jadi harus ditepati.
Pertama, siapa perempuan yang sedang kamu dekati saat ini? Katamu dia sudah dipepet orang lain. Kenapa diam saja? Kamu menyerah? Atau memang mundur sebelum berperang ? Hem simpan jawabannya ya ;)
Kedua, kenapa akhir-akhir ini selalu berbicara cinta? Sedang jatuh cintakah ? Sama, simpan jawabannya nanti. Aku tunggu, jangan lupa dijawab. Hehe
Kak, ketika aku mengirim ini padamu mungkin kamu sedang terlelap tidur didekap mimpi. Atau mungkin kamu bergadang sebab tugas-tugas ? Jika sudah tidur. Selamat tidur ya, semoga jodohmu menjelma menjadi awan teduh saat kamu berjalan tertatih di bawah terik mentari. Atau menjadi sumber air ketika kamu kehausan melewati padang pasir. Apapun itu, semoga mimpimu malam ini indah kak ;)
Kak, jangan terlalu pemilih menjadi seorang pria. Meski sebenarnya dalam hal jodoh kita memang harus serba hati-hati. Tapi, ada hal lain yang harus Kak Tamimi ketahui. Pernah dengar ; "Laki-laki baik-baik untuk perempuan baik-baik dan sebaliknya". Sri rasa memang benar adanya seperti itu. Tapi, terasa tidak adil ya. Terlebih bagi seorang perempuan. Setiap perempuan pasti ingin mendapatkan pendamping hidup yang baik. Yang bisa membimbing dia untuk menggapai jannah-Nya. Kalau laki-laki baik mendapatkan perempuan buruk, Sri rasa ini tantangan yang cukup mainstream baginya. Disini, tugas laki-laki sebenarnya. Meluruskan tulang yang bengkok. Namanya tulang, tidak ada yang lunak pasti keras. Dari itu, kaum Adam harus penuh rasa sabar untuk meluruskannya. Dari sini bisa paham kak?
Hem, Kak Tamimi. Sri boleh protes tentang perempuan yang kamu sebut perempuan ular itu?
Kak, seandainya memang dia sudah melukaimu teramat dalam. Tetap saja dia adalah seseorang yang pernah begitu kamu inginkan. Tidak pantas rasanya memberikan embel-embel perempuan ular. Seperti ini jika dia perempuan ular, berarti dia terlahir dari ibu ular. Bukan begitu? Jadi, sebenci apapun Kak Tamimi sama dia. Janganlah sampai mengotori lisan kamu dengan hal-hal yang tak sepantasnya. Apalagi terhadap perempuan.
Bukan maksud membela, tapi sepertinya Kak Tamimi sudah lupa bagaimana seharusnya memperlakukan seseorang yang sudah menggores luka dalam hidup kita.
Masa lalu memang lebih banyak menawarkan pahit, kak. Tapi, percayalah masa depan akan memberikan kita segudang madu murni tanpa bahan pengawet. Jadi, manisnya tidak akan membuat kita terbatuk-batuk.
02.14 a.m.
Tak terasa sudah larut malam. Sri tiba-tiba lapar, kak. Mau makan, tapi tidak ada yang mau di makan. Jadi, Sri mau tidur saja ;)
Selamat istirahat kak ;)
Balik Rolling, 2020
Sudah dini hari rupanya, tapi kantuk enggan mendekatiku. Jadi, aku putuskan untuk membalas dua suratmu beberapa hari yang lalu. Maaf sedikit terlambat, sebab akhir-akhir ini keadaanku sedang tidak baik-baik saja. Terutama hati.
Di surat ini ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan, tapi sebelum itu berjanjilah untuk menjawabnya dengan jujur. Janji? Sudah janji, jadi harus ditepati.
Pertama, siapa perempuan yang sedang kamu dekati saat ini? Katamu dia sudah dipepet orang lain. Kenapa diam saja? Kamu menyerah? Atau memang mundur sebelum berperang ? Hem simpan jawabannya ya ;)
Kedua, kenapa akhir-akhir ini selalu berbicara cinta? Sedang jatuh cintakah ? Sama, simpan jawabannya nanti. Aku tunggu, jangan lupa dijawab. Hehe
Kak, ketika aku mengirim ini padamu mungkin kamu sedang terlelap tidur didekap mimpi. Atau mungkin kamu bergadang sebab tugas-tugas ? Jika sudah tidur. Selamat tidur ya, semoga jodohmu menjelma menjadi awan teduh saat kamu berjalan tertatih di bawah terik mentari. Atau menjadi sumber air ketika kamu kehausan melewati padang pasir. Apapun itu, semoga mimpimu malam ini indah kak ;)
Kak, jangan terlalu pemilih menjadi seorang pria. Meski sebenarnya dalam hal jodoh kita memang harus serba hati-hati. Tapi, ada hal lain yang harus Kak Tamimi ketahui. Pernah dengar ; "Laki-laki baik-baik untuk perempuan baik-baik dan sebaliknya". Sri rasa memang benar adanya seperti itu. Tapi, terasa tidak adil ya. Terlebih bagi seorang perempuan. Setiap perempuan pasti ingin mendapatkan pendamping hidup yang baik. Yang bisa membimbing dia untuk menggapai jannah-Nya. Kalau laki-laki baik mendapatkan perempuan buruk, Sri rasa ini tantangan yang cukup mainstream baginya. Disini, tugas laki-laki sebenarnya. Meluruskan tulang yang bengkok. Namanya tulang, tidak ada yang lunak pasti keras. Dari itu, kaum Adam harus penuh rasa sabar untuk meluruskannya. Dari sini bisa paham kak?
Hem, Kak Tamimi. Sri boleh protes tentang perempuan yang kamu sebut perempuan ular itu?
Kak, seandainya memang dia sudah melukaimu teramat dalam. Tetap saja dia adalah seseorang yang pernah begitu kamu inginkan. Tidak pantas rasanya memberikan embel-embel perempuan ular. Seperti ini jika dia perempuan ular, berarti dia terlahir dari ibu ular. Bukan begitu? Jadi, sebenci apapun Kak Tamimi sama dia. Janganlah sampai mengotori lisan kamu dengan hal-hal yang tak sepantasnya. Apalagi terhadap perempuan.
Bukan maksud membela, tapi sepertinya Kak Tamimi sudah lupa bagaimana seharusnya memperlakukan seseorang yang sudah menggores luka dalam hidup kita.
Masa lalu memang lebih banyak menawarkan pahit, kak. Tapi, percayalah masa depan akan memberikan kita segudang madu murni tanpa bahan pengawet. Jadi, manisnya tidak akan membuat kita terbatuk-batuk.
02.14 a.m.
Tak terasa sudah larut malam. Sri tiba-tiba lapar, kak. Mau makan, tapi tidak ada yang mau di makan. Jadi, Sri mau tidur saja ;)
Selamat istirahat kak ;)
Balik Rolling, 2020
Komentar
Posting Komentar