Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Balasan surat ke 7

Hallo kak,  Sri sekarang sedang duduk di bus menghadap jendela. Entah kenapa, saat berpergian aku memang lebih suka duduk di sisi dimana bisa melihat jalan. Di luar orang berlalu-lalang, pun dalam pikiranku ada orang yang terbayang. Hari ini Sri ke Serang, Banten. Ke rumah Mbak. Sebenarnya, Sri takut kalau berpergian jauh sendiri. Tapi, tidak pernah ditampakkan sebab takut orang curiga, lalu membodohi ku di jalan. Jadi, aku pasang tampang berani saja. Biar tidak ada yang mengganggu. Hehe Di luar hujan begitu deras, membasahi jendela bus. Tapi tidak dengan pipiku, dia tak lagi basah. Meski ada rasa sedikit nyeri di dada, tapi ia tak lagi tumpah ruah seperti langit malam ini. Bus melaju lamban, sebab macet memang tidak pernah lepas sepanjang jalan.  Tiba-tiba bus berhenti, ternyata di depan ada mobil box bermuatan besi terbalik. Tidak tahu apa penyebabnya, apa karena jalannya licin atau gimana aku tidak paham. Aku kaget, mencoba melihat ke depan tapi pandanganku sed...

Suara Hati 01

#SuaraHati01 Ini bukan imajinasi, tapi memang suara dari dalam hati. Ada banyak suara berdengung memekakkan telingaku, namun entah mengapa suaramu masih begitu jelas terdengar tanpa sengau sedikitpun Aku sengaja menulis ini, bukan untukmu. Tapi untukku sendiri, sebab aku takut jika suatu saat nanti kepalaku tiba-tiba membentur batu begitu keras hingga memoriku tertebas. Jadi, setidaknya tulisan ini akan mengingatkanku. Bagaimana dulu aku menghabiskan waktu denganmu, bagaimana aku berjuang, bagaimana aku bertahan. Sampai dimana semesta mematahkan.  Dengarkan, biar ku bisiki pelan-pelan  Ini suara hatiku, semoga kamu mendengar dari jauh  Sejak saat kepergianmu, aku merasa menjadi manusia paling murung di bumi Di tempat ramai, aku bahkan selalu merasa sepi  Ini bukan alibi agar kamu akhirnya menaruh rasa simpati  Atau ini bukan cerita yang ku ada-adakan setelah semua berhasil kamu tiadakan  Ini tentang yang aku rasa,  tentang ha...

Balasan surat ke-tiga dari ke-enam surat

Selamat pagi kak,  Semoga hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Hemm, aku sudah tahu kalau flashdiskmu hilang ka. Semalam ada nomer baru yang menelpon ku, sepertinya dia mau bercerita tentang itu. Tapi, aku sedang kerja. Jadi, aku putuskan untuk mematikan teleponnya. Lantas, aku menghubunginya via WhatsApp.  Kak, ada suatu pelajaran yang bisa diambil dari sebuah kata "Kehilangan". Kehilangan mengajarkan kita untuk benar-benar bisa menjaga apa yang sudah kita dapat, sebab yang ku tahu menjaga lebih sulit dibandingkan mendapatkan. Semoga flashdisknya lekas ketemu kak Tamimi. Aku tahu barang kecil itu teramat berharga bagimu. Jangan panik, coba tenang. Biasanya kalau tenang, ingatan akan muncul dengan sendirinya.  Kak, sebenarnya untuk menetap pada satu hati itu tidak mudah. Ada banyak sekali godaan. Sebab itu, sering kali orang yang katanya ingin menetap tiba-tiba memilih berbalik arah dan berusaha mencari tempat baru. Ada satu kata yang bisa membuat orang ...

Coretan Usang untuk Ibuku Tersayang

Coretan Usang untuk Ibuku Tersayang Terlihat raut wajah penuh guratan Tanda ia mulai menua Namun senyumnya tak pernah sirna Bagai lentera menembus dinding kaca Kutatap dirinya lekat-lekat Dari jarak begitu dekat Betapa selama ini ia menjalani hidup yang berat Namun, tak sedikitpun kesedihannya ku lihat Mungkin tangisnya pecah ketika ia sholat Aku menerawang jauh pada masa silam Dimana aku masih ditimang-timang, penuh kasih sayang Tangannya tak pernah lepas saat mengajariku berjalan Langkah demi langkahku ia tuntun penuh kesabaran Sungguh Ibu adalah malaikat nyata yang Tuhan kirimkan Bu, kini aku sudah dewasa Sebentar lagi aku akan menjadi ibu rumah tangga Dalam hati kecil aku tak mau meninggalkanmu sendiri Namun, anak perempuan harus menikah Lalu mengabdi pada suaminya Bu, dengan segala rasa hormatku Izinkan aku menikah, izinkan aku menyempurnakan sebagian iman seorang pria yang telah lama kuperkenalkan padamu Engkau tak  perlu khawatir Akan ku pastikan ia...

Balasan Surat ke-Lima

Hallo ka, aku selalu baik meski sebenarnya sudah 3 tahun lamanya aku tak pernah merasa bahwa aku benar-benar baik. Sejak ayahku berpulang, aku mengenakan topeng berulang-ulang. Tidak banyak orang tahu bahwa sebenarnya aku rapuh, aku selalu meminta Tuhan untuk mengembalikan ayahku dalam pelukku lagi. Atau aku selalu berdoa agar Tuhan selalu memintaku pulang juga pada-Nya. Aku begitu egois bukan? Tapi tenang ka, aku masih berusaha untuk ikhlas semua. Karena memang sejatinya tidak ada yang kekal di bumi, kecuali yang Maha Kekal Pagi ini ibu kota basah, sebab semalam hujan turun begitu derasnya. Jadi, tidurku sedikit nyenyak sebab dingin selalu mampu membuat kantukku cepat datang. Hem by the way, ini surat kedua yang ku balas dari lima surat yang sudah kak Tamimi layangkan. Hehehe  Maaf ya, bukan tak mau ku balas hanya saja aku tidak pandai merangkai kata yang akhirnya akan menimbulkan tanda tanya.  Kak, jangan berkhayal untuk bisa memelukku. Sebab, aku ini kaktus. N...

Boleh sedih, kecewa, ambyar ; tapi jangan nyerah

Sayang Lekaslah pulang, aku sudah menunggumu datang, tanpamu hatiku gamang Aku sendiri di bibir pantai, menerawang jauh ke arah sebrang berlari cepat ketika ada kapal bersandar tak ada kamu, hatiku ambyar Aku semakin tersadar tentangku telah lama kau bakar semua telah menjadi abu kecuali rinduku yang tak mau berlalu Selamat berbahagia, salam pada cerita baru Di sini cerita tentangmu akan tetap abadi dalam aksaraku Jakarta, 19