Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Ini tentang aku dan kamu, bukan kita

11.28 p.m. Aku menulis ini ketika kantuk sudah merajai netraku. Aku menguap berkali-kali, tapi mataku enggan menutup. Lamunanku tertuju padamu. Aku rindu. Ten, aku rindu kita. Tapi, tampaknya kau sedang sibuk dan tak mau diganggu. Atau mungkin kau sudah lupa akan diriku. Kita memang hanya betemu hitungan jari, tapi di kepalaku kenangan itu melekat walau singkat. Aku masih ingat bagaimana kau tersenyum, itu mendamaikan hati. Sungguh. Mengingat bagaimana kau menggenggam erat tanganku, seolah saat itu kau ingin berkata "Genggam saja dulu, soal takdir biarlah aku tak peduli".  Aku rasa ini hanya halu, sebab kini kau seolah jauh dan berlalu. Kau tak lagi khawatir tangisku pecah? Mungkin tidak lagi. Mungkin saat ini, di kepalamu tak ada lagi tentangku. Atau memang tak pernah ada. Lalu, pertemuan macam apa yang kita rayakan waktu itu? "Bagaimana kabarmu?" Aku hanya bisa menerka-nerka. Tanpa pernah berani bertanya padamu. Ada banyak pertanyaan di kepalak...

Surat Balasan Terakhir

12.57 a.m. Aku terbangun dari tidur lelap, ku lihat jam ternyata sudah larut malam. Aku melihat hpku, tidak ada notifikasi spesial dari siapapun. Maklum, sudah menjadi wanita single sejak beberapa minggu lalu. Aku tersenyum, mengingat hal sederhana yang pernah ku dapati dulu. Seperti ucapan ; "Selamat tidur, selamat merajut rindu." Sederhana memang, tapi sudah cukup membuat hati seorang wanita senang. Hemm. Masih menunggu surat balasan dariku? Jika masih, ini kutulis surat balasan dari suratmu yang terakhir. Katanya surat cinta, benar? Eh bukan surat cinta-cintaan. Sebab, surat itu dibuat untuk menemani rasa sepi dari kita masing-masing. Tidak ada unsur apapun di dalamnya. Jadi, tolong beritahu mereka yang menaruh rasa cemburu berlebih padaku. Katakan, aku bukan siapa-siapa. Maaf baru sempat kubalas, sebab aku masih harus menemukan banyak kata agar tak salah berkata-kata di hadapanmu. Kak, bagiku kamu adalah cahaya di sudut ruang sepi. Menyala terang, menemani setiap...

Balasan surat ke-8 dan 9

1.52 a.m. Sudah dini hari rupanya, tapi kantuk enggan mendekatiku. Jadi, aku putuskan untuk membalas dua suratmu beberapa hari yang lalu. Maaf sedikit terlambat, sebab akhir-akhir ini keadaanku sedang tidak baik-baik saja. Terutama hati. Di surat ini ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan, tapi sebelum itu berjanjilah untuk menjawabnya dengan jujur. Janji? Sudah janji, jadi harus ditepati. Pertama, siapa perempuan yang sedang kamu dekati saat ini? Katamu dia sudah dipepet orang lain. Kenapa diam saja? Kamu menyerah? Atau memang mundur sebelum berperang ? Hem simpan jawabannya ya ;) Kedua, kenapa akhir-akhir ini selalu berbicara cinta? Sedang jatuh cintakah ? Sama, simpan jawabannya nanti. Aku tunggu, jangan lupa dijawab. Hehe Kak, ketika aku mengirim ini padamu mungkin kamu sedang terlelap tidur didekap mimpi. Atau mungkin kamu bergadang sebab tugas-tugas ? Jika sudah tidur. Selamat tidur ya, semoga jodohmu menjelma menjadi awan teduh saat kamu berjalan tertatih di bawah ter...