Balasan surat ke 7

Hallo kak, 
Sri sekarang sedang duduk di bus menghadap jendela. Entah kenapa, saat berpergian aku memang lebih suka duduk di sisi dimana bisa melihat jalan. Di luar orang berlalu-lalang, pun dalam pikiranku ada orang yang terbayang.

Hari ini Sri ke Serang, Banten. Ke rumah Mbak. Sebenarnya, Sri takut kalau berpergian jauh sendiri. Tapi, tidak pernah ditampakkan sebab takut orang curiga, lalu membodohi ku di jalan. Jadi, aku pasang tampang berani saja. Biar tidak ada yang mengganggu. Hehe

Di luar hujan begitu deras, membasahi jendela bus. Tapi tidak dengan pipiku, dia tak lagi basah. Meski ada rasa sedikit nyeri di dada, tapi ia tak lagi tumpah ruah seperti langit malam ini. Bus melaju lamban, sebab macet memang tidak pernah lepas sepanjang jalan. 
Tiba-tiba bus berhenti, ternyata di depan ada mobil box bermuatan besi terbalik. Tidak tahu apa penyebabnya, apa karena jalannya licin atau gimana aku tidak paham. Aku kaget, mencoba melihat ke depan tapi pandanganku sedikit kabur. Jadi yang terlihat hanya air hujan yang menempel di jendela. Tak henti-hentinya aku beristighfar, takut rasanya jika tiba-tiba tabrakan beruntun mengenai bus yang aku tumpangi. Macet semakin menjadi. Jadi, surat ini aku tulis ketika bus terhenti sebab ada kecelakaan. Beberapa jam kemudian, jalan kembali normal. Besi-besi yang tumpah, sudah disingkirkan. 

Hemmm Kak Tamimi, berbicara cinta-cintaan. Sri sedikit bingung dengan cinta plantonik yang kak Tamimi bicarakan. Tapi, memang cinta begitu membingungkan. Bagaimana tidak orang yang terkadang berjuang mati-matian, pada akhirnya dibuang begitu saja di jalan. Kalau di pelajaran IPA seperti terjadi ketidakseimbangan. Wkwkkw 

Kak, tapi pernah kamu mendengar atau membaca kisah kesetiaan istri Abu Darda (Ummu Darda) ? Saat itu ketika Abu Darda menjelang sakratul maut, istri beliau (Istri mudanya) Ummu Darda' Hujaimah Al Himyariyah berkata padanya; 
"Sesungguhnya dahulu engkau meminangku kepada kedua orangtuaku, lalu mereka menikahkanmu dengan aku. Dan sekarang biarkan aku meminang dirimu kepada dirimu sendiri, agar kelak aku tetap menjadi istrimu di akhirat." 

Mendengar lamaran sang istri, sahabat Abu Darda menjawab : maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. 

Imam At Thabrani meriwayatkan bahwa seusai Ummu Darda' menjalani masa iddahnya, sahabat Mu'awiyyah segera melamarnya, namun ternyata Ummu Darda' teguh cintanya kepada Abu Darda. Sehingga ia menjawab lamaran  sahabat Mu'awiyyah, "Aku pernah mendengar suamiku Abu Darda' menceritakan bahwa Rasulullah Saw bersabda ; 
"Wanita akan menjadi pendamping/istri suaminya terakhir apabila sepeninggalnya ia tidak menikah lagi."

Begitulah ketika cinta berkata maka sesungguhnya setia itu ada. Semoga nanti Kak Tamimi juga menemukan wanita yang akan mendampingi kamu tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. 

Di dunia ini banyak sekali cerita cinta yang manis, pun ada juga yang berakhir tragis. Seperti kisahku kak. Hehehe 

Disini jam 21.08 p.m, busku belum sampai ke tempat tujuan kak. Tapi aku sudah ngantuk, jadi boleh aku tidur dulu? Sebenarnya aku takut tidur di bus kalau berpergian sendiri, tapi dingin membuat kantukku semakin jadi. 

Sudah ya ka, jangan lupa untuk menjawab setiap pertanyaan orang-orang yang penasaran dengan sosokku :v 

Jalan panjang, 19



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan surat ke-8 dan 9

Ini tentang aku dan kamu, bukan kita

R A G U