Coretan Usang untuk Ibuku Tersayang

Coretan Usang untuk Ibuku Tersayang

Terlihat raut wajah penuh guratan
Tanda ia mulai menua
Namun senyumnya tak pernah sirna
Bagai lentera menembus dinding kaca
Kutatap dirinya lekat-lekat
Dari jarak begitu dekat
Betapa selama ini ia menjalani hidup yang berat
Namun, tak sedikitpun kesedihannya ku lihat
Mungkin tangisnya pecah ketika ia sholat
Aku menerawang jauh pada masa silam
Dimana aku masih ditimang-timang, penuh kasih sayang
Tangannya tak pernah lepas saat mengajariku berjalan
Langkah demi langkahku ia tuntun penuh kesabaran
Sungguh Ibu adalah malaikat nyata yang Tuhan kirimkan

Bu, kini aku sudah dewasa
Sebentar lagi aku akan menjadi ibu rumah tangga
Dalam hati kecil aku tak mau meninggalkanmu sendiri
Namun, anak perempuan harus menikah
Lalu mengabdi pada suaminya
Bu, dengan segala rasa hormatku
Izinkan aku menikah,
izinkan aku menyempurnakan sebagian iman seorang pria yang telah lama kuperkenalkan padamu
Engkau tak  perlu khawatir
Akan ku pastikan ia menjagaku,
sebagaimana engkau menjagaku di setiap doamu

Jakarta, 19


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan surat ke-8 dan 9

Ini tentang aku dan kamu, bukan kita

R A G U